42. Fenomena Syirik
(Kitab Al-Firqotun Najiyah)
Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
inalhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wawalah wala haula wala quwwata illa Billah Amma ba'du
Alhamdulillah Bapak Ibu jemah sekalian rahimani warahimakumullah Insyaallah kita melanjutkan pembahasan kita yang terambil dari kitab manhajul tin najiah Kita sedang berbicara tentang fenomena kesyirikan yang ada di sekitar kita di antara yang beliau katakan dalam mengantarkan pembahasan fenomena Syirik di sekitar kita in mirki aluntasiram alislami habisiibil muslimin wahu Minal fitan wasil w ual muslimin bababi tauhid wauhuirki Fi akidatihim sulukihim Beliau mengatakan sesungguhnya fenomena kesyirikan yang tersebar di negeri-negeri kaum muslimin negeri-negeri muslim ya termasuk di antaranya Indonesia negeri kita Negeri muslimin yang mayoritas penduduknya adalah muslim dan negaranya membebaskan syiar-syiar Islam yang pokok masih ini di ee perdengarkan contoh yang paling gampang adalah syiar azan di mana-mana Syar azan di negeri kita adalah dikumandangkan dan tidak dilarang ini termasuk eh satu di antara tanda negeri itu adalah negeri muslimin di negeri kafir B sekalian azan tidak boleh dikumandangkan ini dengan leluasa atau dengan suara yang didengar oleh ini sekitarnya azan ya cukup didengar oleh lokal di dalam Ili masjid saja di negeri kita azan dikumandangkan secara resmi dan bebas di berbagai masjid ini termasuk ee Negeri muslimin di negeri-negeri muslimin banyak sekali terjadi fenomena kesyirikan kalau kita bicara yaitu fenomena kesyirikan seperti itu bukan artinya kok senang ment musyrik-musyrik wong ya sama dengan kita bicara di negeri kita muslimin banyak tersebar kemaksiatan apa kita kemudian juga dikatakan kok senang Mento nyalah-nyalah wong ya kenyataannya banyak yang judi banyak yang mendem banyak yang yang buka aurat banyak yang melakukan berbagai macam pelanggaran termasuk diantaranyaenom Syirik yang terjadi di negeri muslimin Bukan Kita nyirik-nyirikkan orang tapi maksudnya bicara fenomena perbuatan itu ada dan tersebar di negeri-negeri yakni muslimin yang tersebarnya kesyirikan itu adalah Hiya asababur raisi ini merupakan sebab pokok Sebab utama Fi masbil Muslimin terjadinya musibah-musibah yang menimpa kaum muslimin B sekalian maksiat secara umum maksiat itu semua bentuk penyimpangan dari agama namanya maksiat lawannya adalah taat kalau taat itu tunduk patuh mengikuti ajaran agama kalau maksiat adalah penyimpangan dari agama penyimpangan itu onten yang wujudnya kalau kalau dikelompokkan 100 garis besar penyimpangan dalam bentuk syahwat penyimpangan dalam bentuk syahwat ya syahwat harta syahwat jabatan syahwat ketenaran syahwat perempuan kalau dirinci lagi syahwat harta maanya akhirnya jadi orang ambisius dengan harta enggak tahu mau Halal Haram mau jualan babi jualan ciu kemudian jualan narkoba enggak urus yang penting Pokoknya dia duitnya melumpuk ini adalah syahwat Dia pengin segera ini kaya syahwat ee seksual umpamanya akhirnya banyak rumah-rumah bordil rumah pelacuran kemudian banyak ngumbar aurat banyak kemudian ee penampilan-penampilan pornografi atau film-film pornografi dan semisalnya itu masuk kemaksiatan yang tersebar di tengah-tengah manusia syahwat yakni seksual syahwat ee jabatan untuk meraih jabatan kemudian rakus zalim sampai melakukan sarana-sarana walaupun nyerempet-rempet Syirik atau kufur yang dilakukan yang penting jabatan ini dapat Ah ini semuanya adalah termasuk ini kelompok syahwat penyimpangan maksiat dalam bentuk ini syahwat kemudian penyimpangan dalam bentuk syubhat yaitu kerancuan-kerancuan dalam pemikiran sehingga tidak lagi bisa membedakan antara yang hak dan yang batil kemudian bahkan hal-hal yang batil dianggap sebagai perkara yang hak perkara-perkara yang diingkari agama dianggap sebagai perkara yang itu amal bahkan dikatakan dianggap sebagai amal saleh untuk mendekatkan diri kepada Allah Taala ini karena pikirannya rancu pikirannya ada ini kekaburan kerancuan Ah ini adalah semuanya bentuk penyimpangan ah penyimpangan-penyimpangan itu bapaku sekalian penyebab utama terjadinya musibahmibah ah musibah itu ada sifatnya pribadi ada sifatnya umum menimpa masyarakat muslimin yang sifatnya pribadi umpamanya orang maksiat kemudian karena Allah berikan musibah baik musibah itu k yang sifatnya fisik atau sifatnya adalah ya ini mental kalau musibah fisik umpamanya tahu-tahu dia dibangkrutkan oleh Allah Taala usahanya ini musibah kemudian tahu-tahu Allah timpakan dia yni tabrakan kelarganya sakit segala macam musibah dan itu bisa jadi karena dosa yang dia lakukan karena Allah katakan Ma asakum musibatinima kasabat aidikum wutirin Apun musibah yang menimpa anda itu adalah semuanya dengan sebab perbuatan kalian sendiri maka orang yang bijak kalau dia kena musibah itu langsung Abah diri tentang dosa yang dia lakukan lalu dia kembali kepada Allah segera bertobat kepada Allah subhanahu wa taala itu Adah orang mereka bijak sehingga musibah ini mengingatkan dia untuk kembali kepada Allah Taala kalau sudah dikasih musibah enggak bisa mengambil pelajaran malah marah-marah murka-murka itu namanya musibah di atas musibah Dia kena musibah yang dobel-dobel sudah kas dikasih musibah enggak mengingat tidak membuat dia ingat tentang dosanya malah dia tambah enggak karuan ini Adah musibah di atas itu musibah bisa wujudnya adalah musibah itu menimpa hati ini yang sering enggak disadari hatinya menjadi mulai berubah mulai rusak mulai enggak sensitif baratnya aki sak sak aki sak Ya sudah susah untuk dia ngejreng kalau dipakai orang yang hatinya sak dengan agama sudah mulai enggak peduli Halal Haram sudah mulai enggak peduli kemudian maksiat sudah mulai enggak peduli dia mulai ngumbar hawa nafsunya senang dengan hawa nafsunya dan tidak mau tahu dengan tata aturan agama diingatkan ya menteleng to diingatkan menteleng tok Mentolo tok blas sama sekali enggak ngambil faedah atau enggak bisa dinasehati sudah Angel dikandani ini termasuk musibah hati Hatinya sudah mulai membatu Hatinya sudah mulai keras y ini membatu ini adalah musibah sehingga agamanya mulai grepes mulai rusak mulai yni ee jelek Ini adalah musibah bahkan musibah yang lebih parah dibandingkan dengan musibah Zahir makanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berdoa kepada Allah Allahumma la taj'al musibatana fiinina ya Allah jangan kau timpakan musibah yang menimpa kami musibah dalam urusan agama kami sehingga agamanya jangan sampai rusak jangan sampai menjadi buruk wulquah Minal fitan walazil demikian pula apa yang didapatkan dari fitnah-fitnah yang tersebar di tengah-tengah kita banyaknya keburukan yang tersebar kemudian termasuk di antara fitnah-fitnah itu fitnah umpamanya penguasa yang zalim sehingga rakyat jadi susah umpamanya itu ya termasuk musibah musibah diberikan Allah penguasa yang zalim kemudian meresi rakyat rakyat jadi susah enggak gampangkan rakyat zalimnya penguasa juga termasuk di antara musibah yang Allah timpakan kepada orang yangim rakyat yangim walil kadang bentuknya juga gempa-gempa di mana-a ada gempa gempa gempa gempa ini juga musibah dan musibah seperti ini juga termasuk bagian daripada dampak perbuatan manusia tapi seringnya orang kalau dikasih musibah gempah-gempah gitu juga sama saja enggak bisa ngasih enggak bisa memberikan pelajaran enggak bisa mengambil pelajaran I biasa kedaden berapa tahun sekali terjadi gempang ini Iki sehingga enggak bisa mengambil pelajaran mengkaitkan dengan perbuatannya itu Wal huru termasuk di antaranya peperangan-peperangan whairiha Min anwail adab dan berbagai macam aneka azab yang lainnya Itu termasuk bentuk-bentuk yakni musibah kalau secara umum juga di antaranya ya ini kelemahan yang menimpa kaum muslimin kehinaan yang menimpa kaum muslimin sehingga muslimin di mana-mana diperlakukan dengan sangat hina oleh orang-orang kafir itu di antaranya adalah karena muslimin sedang tidak baikbaik dalam memper dalam memperlakukan agamanya muslimin cuek dengan agamanya muslimin enggak pernah yang namanya ngaji muslimin enggak pernah namanya akinya ngambu masjid muslimin enggak pernah baca Quran muslimin bahkan anti dengan agamanya muslimin menganggap agamanya itu adalah musuh kehidupan ini adalah kenyataan muslim-muslim yang ada di tengah atau di sekitar kita sehingga bapaku sekalian kondisi ini jelas akan menjadi faktor yakni Allah menimpahkan kinaan yakni ini kepada kaum muslimin secara umum yang Rasul kita seperti di antaranya bersabda tabayum bilinah apabila kalian telah asyik dengan jual beli sistem ribawi satu contohnya ribawi adalah Inah inahjual beli dalam bentuk mengandung unsur yaitu riba kalau diperdetail Inah itu bentuknya saya ee Butuh duit kemudian panjenengan ee punya mobil saya butuhnya duit tapi sama dia Ini disuruh beli mobil dengan cara kredit mobilnya dijual ke saya kredit setahun umpamanya jadi r00 juta saya butuhnya duit Sungguhnya hanya 100 R juta tapi dikasih mobil kredit r00 juta Karena sebetulnya duit maka mobil yang enggak berguna bagi saya kemudian mobil tak jual lagi kepada Orangnya tadi dengan harga yaitu R50 juta cash jadi dia jual ke ei saya e tadi dia jual mobilnya kredit ke saya r00 juta terus saya itu enggak butuh mobil butuhnya duit maka mobilnya tak jual lagi ke dia R150 juta tapi cash berarti saya dapat uang R50 juta utang pinten se Yuto janjane Gampang itu ngi duit 150 juto k Eng bikne manak yo Dadi se dadi r00 juto ah jual beli bulat kayak gini ini ini namanya Inah ini namanya kelihatannya jual beli tapi Sungguhnya adalah ini bentuk akal-akalan yang ada unsur ribanya kemudian wumnabal baqar k sudah dibuat asyik dengan ekor-ekor sapi ternak-ternak kalian waritum bisari kalian dibuat Rida dengan cocok tanam watumul jihad kalian tinggalkan jihad alias Bapak sekalian hatinya muslimin sudah dibuat lengket dengan urusan dunia asyik dengan ternaknya asyik dengan kebunnya asyik dengan perusahaannya asyik dengan kantornya asyik dengan ngurusi harta-hartanya kemudian enggak peduli dengan jihad enggak peduli dengan agama enggak peduli dengan dakwah cuek dengan urusan agama Kalau sudah seperti ini Bapak sekalian nabi katakan shatallahu alaikum dullan Allah akan campakkan dalam kehinaan la yangziuhu Hatta tarjiu Il dinikum dan kehinaan itu tidak akan dicabut oleh Allah sampai kalian kembali kepada agama kalian kembali kepada agama Artinya kita belajar agama menghidupkan agama mengamalkan agama memperjuangkan agama sehingga kita betul-betul hidup itu dengan agama Allah subhanahu wa taala baru Allah akan memuliakan kita dengan ini Islam ini atau dengan agama ini semua musibah-musibah azab yang ditimpakkan Allah itu kepada kaum muslimin berpalingnya mereka dari tauh dan rumusnya mereka ke dalam fenomena Syirik Fi akidatihim walukihim dan ter terjadinya penyimpangan-penyimpangan akidah dan akhlak perilaku fenomena penyimpangan akidah ya kenyataan kenyataannya banyak kok muslimin yang terjatuh dalam perbuatan penyimpangan akidah akidah yang sifatnya pemikiran umpamanya muslim sekuler ya penyimpangan mau diakui enggak diakui itu adalah penyimpangan muslim pikirannya ngapunten PKI Ya jelas penyimpangan itu adalah pikiran termasuk ya ini dalam perkara akidah dan keyakinan muslim punya keyakinan Kiai selamat berkahi sehingga sampai s telektelek teletong-teletongnya itu jadi rebutan karena berkahi penyimpangan muslim ini ee dukun ya penyimpangan muslim sajen-sajen ya di tempat-tempat yang dianggap keramat ya penyimpangan itu kenyataan yang ada di tengah-tengah yaitu kaum muslimin sebagaimana penyimpangan suluk penyimpangan ya ini ee perilaku muslim ahli maksiat muslim Mendem muslim judi muslim yaitu ee zina dan seterusnya ini adalah penyimpangan Bu dalilu alikai akar bilil muslimin Min mahirirki almutanawiah allzi hasabaha altir Minal muslimin anaha Minal Islam dalilnya adalah yang menunjukkan hal ini adalah apa yang kita lihat di kebanyakan Negeri muslimin dari berbagai macam fenomenafenomena kesyirikan yang bermacam-macam yang Disangka oleh kebanyakan musl limin kesyirikan-kesyirikan itu ya termasuk ajaran Islam sehingga dianggapnya adalah adalah ajaran ini Islam Monggo bad dipun rahabi bapaku sekalian contoh ingkang gampil Bapak sekalian budaya umpamanya ziarah kubur dalam bukan dalam rangka mengingat kematian bukan dalam rangka untuk mengingat Kampung akhirat tapi untuk minta-minta kepada penghuni kubur ini adalah fenomena Syirik yang kita bisa melihat banyak terjadi di negeri-negeri ini kaum muslimin termasuk di negeri kita kenyataan ada kok orang yang mereka ziarah kubur dan minta-minta kepada penuni kubur dan itu adalah merupakan bagian daripada ini bentuk kesyirikan walidalik l oleh karena itulah tidak diingkari bahwa Isam untuku mikirkan berbagai macam fenomena-fenomena kesyirikan tersebut dan hal-hal yang bisa menjerumuskan ke dalam yakni berbagai macam bentuk yakni kesyirikan wa ahammu hadil madahir di antara fenomena Syirik yang banyak terjadi di negeri muslimin contohnya satu doairillah yaitu berdoa kepada selain Allah Subhan wa taala Bapak sekalian Islam mengajarkan berdoa itu hanya boleh kepada Allah Taala dalam perkara yang tidak dimampui kecuali oleh Allah Taala minta berdoa dalam perkara yang tidak dimampui kecuali Allah itu hanya boleh kepada Allah enggak boleh kepada selain Allah yang masih hidup maupun apalagi yang sudah mati boleh minta kepada makhluk dalam perkara yang makhluk mampu dia masih hidup dan dia hadir ada orangnya itu boleh kalau ngutang panjenengan panjenengan ada Danan mampu ngutangi dan panjenengan masih hidup itu adalah boleh dan itu maksudnya bab taawun Alal birqwa bab muamalah untuk bisa saling membantu satu dengan yang lain tapi kalau kemudian minta yang hanya Allah yang mampu memberikan memberikannya meeminta kekayaan kepada mayit dungo minta kepada mayit supaya disugihkan makanya minta kesembuhan kepada mayit Supaya diberikan kesembuhan dari penyakitnya Supaya diberikan ketenangan hati Itu sudah merupakan wilayah Allah Taala kalau itu Diminta kepada makhluk itu namanya terjatuh ke dalam perbuatan yaitu Syirik ah di antaranya adalah seperti termasuk ungkapan-ungkapan qasidah nyanyian yang sering diucapkan di sebagian muslimin khususnya di perayaan-perayaan yang mereka bisa lakukan
Ini adalah ungkapan yang menganduk ya ini kesyirikan wahai imamnya para rasul sampai sini benar ya Sanadi wahai sandaran hidupku ini Syirik enggak boleh kita Bersandar kepada nabi bersandar itu kepada Allah subhanahu wa taala bersandar hati bersandar ini tentang tentang kehidupan kita itu kepada Allah bukan kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam nabi pun Bersandar kepada Allah subhanahu wa taala bersandal ini ada unsur tawakalnya bertawakal itu hanya kepada Allah Taala menyandarkan kebutuhan-kebutuhan kita kepada Allah Anta Babullah wa mukamadi Engkau adalah pintunya Allah dan tempat aku menyadarkan yni diri ini adalah termasuk Yi ungkapan ghulu kepada nabiun ak di dunia dan di akhirat engau adalah sandaran kehidupanku ini adalah ucapan Gulu dan ucapan Syirik tidak boleh kita bersandar kecuali hanya kepada Allah Taala Ya Rasul Ya Rasulullah khutbiadi wahai Rasul ambil tanganku yang akan engkau yang bisa merubah kesulitan menjadi kemudaan ini adalah kekuasaan Allah ini ungkapan Syirik yang di nisbatkan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini contoh di antara Ungkapan atau ungkapan Syirik yang diucapkan sebagian kaum muslimin sebagai bentuk qasidah nyanyian yang sesungguhnya kandungannya redaksinya mengandung unsur yaitu kesyirikan yaitu minta-minta kepada nabi dan Bersandar kepada nabi yang bukan wilayah haknya Rasulullah sallallah alaihi wasallam yang kedua di antara fenomena Syirik yang ada di kaum muslimin adalah me mengubur taful Auliya wasaliihin Fi fil masajid mengubur para Wali dan orang-orang Saleh di masjid tujuannya supaya nanti didatangi kemudian juga jadikan sebagai tempat untuk kemudian minta-minta B sekalian tidak boleh menguburkan yaitu mayit di masjid tidak boleh kuburan bersatu dengan masjid Rasulullah S wasallam yang telah menegaskan la taj'alu buyutakum maqobir Jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan kalimat Jangan jadikan rumah anda sebagai kuburan ituu makn pun satu jangan sampai rumah kita kita berlakukan kayak kuburan yang tidak pernah dipakai untuk zikir untuk salat sunat untuk baca Quran untuk ibadah-ibadah kepada Allah Ah rumah yang diperlakukan kayak kuburan yang di kuburan kita enggak boleh baca Quran zikir-zikir wirid-wirid kemudian berdoa di kuburan salat di kuburan kita enggak boleh kuburan enggak boleh jadikan sebagai tempat ibadah ah rumah yang sepi dan kosong dari Amaliah ibadah itu seperti kuburan Kemudian yang kedua tidak boleh kita nguburkan mayit di rumah nguburkan mayit di pekuburan di tempat makbarah di pekuburan lah kok nyatanya Kanjeng Nabi dikubur di dalam masjid bukan di dalam masjid Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam itu ketika meninggal itu di rumah Aisyah dan Rasulullah sahu alh Wasallam itu dikubur di mana beliau meninggal itu Nas hadis nabi dikubur di mana meninggal dan nabi meninggalnya di rumah Aisyah maka nabi dikuburkan di rumah Aisyah dan rumah Aisyah itu bukan masjid di luar masjid kemudian praktiknya empat Khalifah Abu Bakar Umar Utsman Ali ketika malu memperluas masjid dulu asalnya tidak pernah memasukkan kuburan Nabi ke dalam masjid perluasannya menjauh dari kuburan nabi sampai kemudian datang khalifah tahun 88 Hijriah khalifah alwalid memperluas kuburan nabi sampai memasukkan wilayah kuburan itu yaitu seakan-akan di dalam yaitu Masjid karena diluaskan kemudian kuburan nabi itu seperti di dalam yaitu Masjid tapi sesungguhnya kuburan nabi tidak masuk wilayah masjid sekarang ulama memberikan contoh begini S Niki Niki masjid Niki asal masjid Niki terus dalamipun ee penjenengan sebelah masjid dan masjid ini kemudian ingin dipeluas terus tapi ini tetap tidak dibeli oleh masjid hanya belinya sekitarnya tanah sekitarnya sampai ngeluaskan ke sana ke sana ke sana sampai rumah sebelah itu seperti di dalam itu di masjid rumah sebelah itu tetap bukan milik masjid wong memang bukan tanahnya masjid tetap tanahnya ini orang lain tapi kenyataan yang ada menjadi seperti di dalam masjid ah intinya tidak ada alasan orang menyatukan masjid dengan kuburan dengan alasan kuburan nabi di dalam masjid kalau dianggap sebagai di dalam masjid maka itu pengecualian karena Masjid Nabawi enggak bisa dipindah tempat lain kuburan nabi juga enggak bisa dipindah tempat lain dan bisa lebih berbahaya kalau dipindah tempat lain intinya nabi dengan lisannya melarang yaitu menjadikan masjid sebagai kuburan dan yaitu tidak boleh kita salat di pekuburan itu larangan nabi sehingga tidak akan bertentangan antara yaitu larangan nabi dengan kenyataan yang harus kita ini wujudkan dan nabi Kenyataannya memang tidak dikubur di masjid hanya ketika perluasan di zaman khalifah tahun 88 Hijriah itu menjadikan kuburan terletak di dalam yaitu masjid karena kebutuhan Masjid yang harus diperluas terus yang tidak memungkinkan yaitu jemah yaitu ee karena semakin tidak tertampung dan harus diperluas sampai akhirnya menjadikan ini masjid seperti di dalam yaitu eh e kuburan seperti di dalam yaitu Masjid tapi intinya bahwasanya nabi melarang kita menguburkan mayit di masjid dan menjadikan kub sebagai masjid maka tidak dipulihkan masajid kamu lihat kebanyakan muslimin meletakkan kuburan sebagian kuburan di dalam masjid waq al al al lalu diberi kubah diberi kubah kuburan tersebut lalu sebagian orang datang ke kuburan dalam rangka minta-minta kepada ahlul kubur karena yang dalam kuburan diyakini wali-wali Allah yang dekat dengan Allah subhanahu wa taala waq naha arasuluh wasamalik sedangkan nabi telah melarang perbuatan seperti ini dengan ungkapan laallahul yahudauburo masajida Allah melaknat Yahudi dan Nasrani karena telah menjadikan kuburan mereka sebagai masjid-masjid sehingga kuburan jadikan tempat untuk ibadah tempat untuk berdoa tempat untuk yaitu melakukan wirid-wirid ini adalah larangan Rasulullah Wasallam kebiasaan Yahudi dan Nasrani menjadikan kubur sebagai masjid Faid Kana daabnul Anbiya fil masajid Laisa masruan kalau kalau mengubur para Nabi di masjid adalah perkara yang terlarang apalagi kalau itu sekedar Syekh dan ulama lebih terlalang lagi nabi aja gak boleh dikubur di masjid apalagi kemudian ulama atau SY sebagim diketahui bahwa yang dikubur itu dijadikan tempat untuk meminta jadikan sebagai tempat meminta selain Allah Taala maka maka masjid telah menjadi sebab terjadinya maka kuburan di dalam masjid telah sebab terjadinya kesyirikan yaitu orang minta-minta kepada penghuni kubur Islam dan Islam mengharamkanik danelarang wasilah-wasilah yang mengantarkan kepada kesyirikan Islam melarang Syirik dan wasilahnya juga dilarang hal-hal yang akan mengantarkan kepada perbuatan Syirik dilarang maka nabi bukan hanya melarang syiriknya tapi termasuk wasilah-wasilah pengantar-pengantar yang akan mengantarkan pada perbuatan Syirik dilarang membangun mengubur mayit di kuburan itu sesungguhnya bukan Syirik eh mengubur mayit di masjid itu sesungguhnya bukan syik tapi ini wasilah yang bisa mengantarkan kepada Syirik tapi kalau sudah kemudian Ada orang datang ke kuburan Wali yang ada di masjid itu lalu minta ini sudah menjadi Syirik menjadi kesyirikan kemudian di anara fenomena Syirik yang ada juga nzar untuk para wali Wali lilfalil Fulan fulani sebagian orang mereka bernadar menyembelih binatang atau mempersembahkan harta nazarnya ditujukan kepada Wali umpamanya kalau saya sembuh saya bernazar menyembelih ee kambing untuk wali Fulan ini adalah Nazar Syirik enggak boleh kita Nazar ditujukan kepada selain Allah subhanahu wa taala Nazar harus diniatkan adalah karena Allah Taala karena termasuk adalah ini ibadah Nazar yang ditujukan kepada yakni wali-wali Fulan umpamanya ini termasuk di antara bentuk yaitu kesyirikan kemudian yang keempat di antara fenomena Syirik adalah adzabhu Inda quburil anbiya wal Auliya menyembelih di sisi kuburannya para nabi dan para yakni Wali ini wasilah Syirik bukan kesyirikan nyembelih itu Bapak sekalian walaupun karena Allah menyembelihnya untuk untuk Allah tidak boleh dilakukan di tempat yang biasa terjadi kesyirikan umpamanya ada Ringin keramat di situ orang biasa menyembelih untuk persembahan jin di tempat itu muslim walaupun menyembelihnya ditujukan untuk Allah tidak boleh dilakukan di tempat yang biasa ada kesyirikan di situ ini akan bisa menjadi wasilah untuk terjerumusnya ke dalam perbuatan Syirik kalau nyembelihnya diperuntukkan untuk selain Allah ini sudah masuk dalam Syirik Jadi kalau tempat kesyirikan kita menyembelih untuk Allah lalu tapi dilakukan di tempat kesyirikan ini adalah wasilah kesyirik ini enggak boleh tapi statusnya wasilah irikan tapi kalau nyembelihnya di situ ditujukan untuk Jin maka itu sembelihan Syirik dan nabi mengatakan laanallah manabahahairillah Allah melaknat orang yang mereka menyembelih untuk selain Allah Taala kemudian di antara fenomena Syirik B sekalian adalah tawaf di sekitar kubur para nabi dan para wali tawaf di kuburan dengan keyakinan para wali ini adalah ada nilai pengagungan sehingga tawafnya untuk mengagungkan pangghuni kubur maka ini adalah sirkun Akbar Tapi anehnya B sekalian ada orang tawaf di kuburan dan tawaf di kuburan itu fenomena Syirik hatinya itu sangat terpaut dengan penguni kubur tapi zikirnya sambil melakukan Syirik tawaf di kuburan ini zikirnya Lailahaillallah zikirnya zikir tauhid tapi praktik yang sedang dilakukan adalah praktik kesyirikan dan kuburan ini nabi betul-betul memberikan wasiat yang penuh dengan penekanan kepada Ali kamu biarkan ada patung Kecuali Kamu hancurkan jangan kamu biarkan Ada kuburan yang dimuliakan Kecuali Kamu ratakan maka secara umum sekalian kuburan di Saudi Semuanya sama mau kuburan Raja kuburan orang kaya kuburan orang miskin adalah sekedar gundukan tanah yang dikasih tanda kalau itu kuburan tapi di negeri kita Khususnya ada negeri-negeri muslim yang secara umum Berapa banyak kuburan yang mereka dibangun megah super megah bahkan orang datang ke situ munduk-munduk nosor bahkan kemudian sujud kuburan yang sangat diagung diagung-agungkan apalagi kalau ditambah juru kunci tambah lagi cerita cerita khurafat yang disampaikan gini gini gini sehingga tambah keramat lagi karena ini cerita karamah yang disampaikan ini semuanya tipuan setan dalam rangka untuk kuburan itu Semakin menjadi magnet yang menarik manusia untuk kemudian datang ke kuburan dan kuburan ini yang pertama kali terjumusnya manusia ke dalam Syirik karena fitnah kuburan kayak kaumnya nabi Allah Nuh alaihialatu wasalam maka Islam mengajarkan kuburan tidak boleh dibuat yaitu keramat sehingga orang hatinya kemudian terpikat kepada kuburan tersebut apalagi kuburannya orang-orang Saleh maka magnetnya akan lebih kuat lagi kalau memang cintai orang Saleh maka pelajarilah ilmu yang diwariskannya dan Ikutilah jejak perbuatannya yang tidak bertentangan dengan Syariat Yang menghidupkan ajaran Allah subhanahu wa taala itu yang mesti kita lakukan bukan kemudian hanya merasa menghormati orang Saleh dengan acaraacara dengan acara-acara tahunan Kemudian nyobyo-nyobyo Kemudian bahkan mau sampai minta-minta itu namanya yaitu melakukan Syirik di tempat kuburannya orang yang dianggap Saleh kemudian yang keenam di antaranya di antara fenomena kesyirikan adalah salat menghadap kuburan salat menghadap kuburan maka tidak diperpulihkan ini bisa menjadi wasilah yakni kesyirikan kalau ada masjid yang menyatu dengan kuburan sekalian harus dipisah masjid atau dijauhkan dipisahkan dengan kuburan yang dipindah kuburnya atau masjidnya tergantung kalau duluan kuburnya masjidnya yang dipindah duluan masjidnya kuburnya yang dipindah intinya pokoknya dipisah antara masjid dengan kuburan harus dipisahkan seandainya ada masjid yang sekitarnya kuburan ya di tembok tembok yang memisahkan antara masjid dengan kuburan sehingga betul-betul Masjid itu terpisah total dengan kuburan Apakah dengan Gang Apakah dengan tembok Apakah dengan yaitu ini penyekat atau pemisah antara masjid dengan kuburan yang nabi kita bersabda la tajlisu alalbur Wa tusu ilaiha jangan kalian duduk di atas kuburan enggak boleh kuburan itu diduduki sering kemudian ketika kita pas takziah kemudian sadar atau enggak sadar kemudian tenguk-tenguk di atas kuburan nginjk-injk kuburan duduk di atas kuburan enggak boleh kalau kita tahu kita adalah kuburan kita tidak boleh duduk di atas kuburan tersebut dan tidak boleh kita salat menghadap kuburan salat menghadap kuburan maka tidak diperbolehkan maka dipisah antara ya ini masjid dengan yaitu kuburan yang ketujuh termasuk di anara aktivitas yang mengantarkan k kesyirikan wasilah Syirik ada hal yang terlarang adalah satu rihal Ilal qubur litabarru au lalah indaha sengaja melakukan perjalanan dalam rangka untuk tabaruk ngalap Berkah dalam rangka untuk ngalap berkah kepada penghuni kubur itu atau bahkan salat ini di sisi kubur tersebut ini adalah terlarang yang seperti itu walaupun tidak sampai kepada kesyirikan maka ini terlarang wasilah yang mengantarkan kepada Syirik kalau minta kepada penguni kubur ini sudah masuk dalam Bab yakni kesyirikan Rasul wasallam menegaskan la tusaduihal illati masajid tidak boleh orang mempersiapkan bekal khusus untuk dia ini bepergian yang bernuansa ritual ibadah ya yang sekarang dinamai dengan istilah e Apa nama wisata religi itu adalah sengaja mempersiapkan bekal untuk pergi ke tempat-tempat yang dia niatkan untuk ngalap berkah paling enggak sampai ada yang minta-minta ini termasuk adalah larangan nabi yaitu mempersiapkan bekal khusus i ke tempat tertentu kecuali ketiga yaitu Masjid Masjid Haram Makkah haram Nabawi dan Masjidil Aqsa kalau dari Jogja pengin ke masjid Nabawi boleh dari Jogja pengin ke Masjidil Aqsa boleh dari dari Jogja pengin ke Makkah boleh tapi dari Jogja khusus ke Kubur nabi enggak boleh walaupun sunahnya ketika kita sampai di Madinah sunahnya adalah ziarah kepada Kubur nabi tapi niat khusus dari Jogja ngentit hanya untuk ke Kubur nabi maka ini yang dilarang kemudian yang kedel di antara fenomena kesyirikan adalah fenomena alhukmuiralallah ini fenomena berhukum dengan selain hukum Allah subhanahu wa taala yakni mengabaikan hukum Allah membuang hukum Allah lalu menggunakan hukumukun hukum-hukum manusia hukum-hukum thut hukum-hukum buatan manusia yang bertentangan dengan syariat ajaran Allah subhanahu wa taala maka sepertinya termasuk berhukum dengan selain hukum Allah dan bisa masuk dalam kategori perbuatan kufur Allah menamai dengan ungkapan ini kafir zalim fasik wamanam yahkum Bima anzalallah faulul Kafirun barang siapa tidak berhukum hukum Allah maka dia kafir Wam yahum bimaahimun Barang siapa yang berhukum dan selain hukum Allah maka dia ini zalim Wam yahum Bim Barang siapa yang dia tidak berhukum dengan Hukum Allah maka dia fasik Allah menamai orang yang tidak berhukum dengan Hukum Allah ada yang kufur ada yang zalim ada yang fasik intinya ini perbuatan durhaka kepada Allah subhanahu wa taala seorang muslim yang telah bersyahadat harusnya mereka ini memiliki sikap sama samna watna dia berhukum dengan Hukum Allah subhanahu wa taala hukum yang diajarkan oleh Allah melalui rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian juga di antara fenomena yang ter yang bertentangan dengan ajaran Islam adalah mentaati taatul hukam Al ulama Al masayikh Fi Amrin yukhalifu nasal Quran mentaati penguasa atau mentaati ulama Kiai Syekh dalam perkara yang jelas-jelas bertentangan dengan al-qur'an dan sunah Nabi yang sahih kalau ada kebijaksanaan penguasa maka tidak boleh kalau e kalau kebejasan itu melanggar syariat bertentangan dengan syariat enggak boleh kita taat tidak boleh kita taati kemaksiatan tersebut karena la thata li makhlukin Fi maksiatil Khaliq tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam maksihat kepada alkaliq termasuk Bapak sekalian kalau ada Ustaz guru Syekh yang mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan agama menghalalkan yang haram mengharamkan yang halal maka mengikuti ulama yang seperti ini termasuk menjadikan ulama sebagai Tuhan yang disembah karena telah memberikan syariat hidup itu kepada ulama tersebut walaupun ulama Kiai enggak boleh kalau sudah masuk ranah merubah ajaran Allah Taala menghalalkan yang haram mengharamkan yang halal ini adalah haknya Allah kalau kemudian ada ulama Kiai Ustaz yang mereka terang-terangan menghalalkan yang haram mengharamkan yang halal itu adalah kalau kita mengikutinya dengan sukarela itu namanya menjadikan ulama sebagai sesembahan selain Allah Taala sekalian itu aja yang kita pelajari malam ini m manfaat maturun wasallallahu ala nabiina Muhammadin wa albihi wasallam
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh