An Nur (Yang Maha Bercahaya)
Kitab Fikih Asmaul Husna
Kajian oleh Ustadz Muhammad Romelan, Lc, M.Ag حَفِظَهُ الله تعالى
Video Kajian
Memuat video kajian...
Video tidak dapat dimuat. Tonton di YouTube
Tentang Video Ini
Kajian ini diambil dari kitab **Fiqih Asma'ul Husna** karya monumental **Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr** *Hafizhahullah*. Fokus pembahasan adalah mengupas makna dari nama Allah ﷻ yang mulia: **An Nur (Yang Maha Bercahaya)**.
Topik Kunci: Tauhid Asma wa Sifat, Tafsir Surat An Nur, Cahaya Allah di Langit dan Bumi, Cahaya Hidayah dan Ilmu.
Ringkasan Materi
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Makna An Nur
**An Nur** berarti **Yang Maha Bercahaya**. Allah ﷻ adalah sumber segala cahaya dan penerang, baik cahaya hakiki (dzat-Nya yang Maha Bercahaya) maupun cahaya maknawi (cahaya petunjuk, hidayah, ilmu, dan iman) yang menerangi hati hamba-Nya.
Cahaya di dalam Hati
Iman kepada **An Nur** mengajarkan bahwa Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah cahaya yang menuntun manusia keluar dari kegelapan syirik dan maksiat. Memohon kepada Allah dengan nama ini berarti memohon agar hati kita dipenuhi cahaya hidayah dan ilmu yang bermanfaat.
*“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara…”* (QS. An-Nur: 35)
Isi Ceramah Lengkap
Ustadz Muhammad Romelan membahas secara mendalam tafsir ayat ke-35 dari Surah An-Nur, yang merupakan ayat teragung tentang cahaya. Beliau menjelaskan bagaimana cahaya Allah ﷻ adalah cahaya yang tiada tandingan, dan bagaimana kita sebagai hamba dapat meraih cahaya tersebut dalam kehidupan dan di hari akhir.
Mutiara Hari Ini
Butuh Bantuan?
Ukhuwah, kritik, saran, masukan silakan hubungi kami via WhatsApp
Hubungi via WhatsApp